Berikutadalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencuci buah-buahan dan sayuran dengan benar dan bersih. 1. Cuci tangan dan alat masak. Sebelum mencuci buah dan sayuran sebaiknya tangan dan alat masak dicuci terlebih dahulu dengan bersih agar terhindar dari cemaran bakteri dari tangan dan alat masak. 2. Buahdan sayur yang akan disimpan selama beberapa hari sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu. Karena air yang menempel pada buah dan sayur justru memicu perkembangbiakan bakteri penyebab pembusukan. Anda harus menyimpan buah dan sayur dalam keadaan kering kemudian baru mencucinya sebelum bahan makanan tersebut disajikan atau diolah. Adabeberapa trik agar sayuran dan buah-buahan tetap segar meskipun disimpan di ruangan. Beberapa jenis buah seperti mangga, pisang, alpukat, kiwi, pir, plum, dan tomat akan menghasilkan gas etilen saat matang. Gas ini dapat membuat makanan sensitif etilen seperto apel, brokoli, wortel, semangka, dan sayuran hijau lebih cepat matang atau membusuk. Mengupas kulit buah dan sayur yang berkulit tebal untuk mengurangi Biladisimpan di kulkas, tomat bisa bertahan hingga sepekan. Sama halnya dengan buah, cucilah sebelum dimasukkan ke lemari pendingin. Khusus untuk buah apel, Cindi menyarankan untuk menyiapkan wadah khusus. Sebab, apel memproduksi gas etilen. Bila tidak dipisahkan dari buah dan sayur lain, proses pembusukan di kulkas berlangsung lebih cepat. tfKftx4. Cara menyimpan sayur dan buah tidak hanya mempengaruhi rasa dan tampilan saja, namun juga mempengaruhi zat gizi yang dikandungnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana caranya menyimpan buah dan sayur agar bertahan lama dan kualitasnya tetap bagus. Pedoman penting dalam menyimpan sayur dan buah Sebelumnya, Anda harus mengetahui prinsip dasar yang mempengaruhi kualitas buah dan Cara Memasak Sayuran Agar Gizinya Tidak Hilang saat disimpan, yaitu Simpan di suhu yang ideal Buah dan sayuran yang segar sebenarnya merupakan makhluk hidup. Meskipun sudah dipetik dan dipanen dari pohonnya, sayuran dan buah-buahan tersebut tetaplah memerlukan oksigen untuk bernapas’ dan mengeluarkan karbon dioksida. Kemampuan sayur dan buah untuk bernapas’ tergantung pada suhu tempat penyimpanan dan jenis dari sayur atau buah tersebut. Semakin rendah suhu di tempat peyimpanan, maka semakin rendah kemampuan sayur dan buah untuk bernapas’ dan semakin memperpanjang masa simpannya. Semakin banyak oksigen yang dihirup’ dan karbon dioksida yang dikeluarkan, maka akan semakin mempercepat buah dan sayur tersebut menjadi busuk dan rusak. Beberapa jenis sayur/buah harus langsung disimpan di tempat yang dingin, sementara ada juga yang sensitif akan suhu dingin dan akan busuk ketika masuk ke dalam lemari pendingin. Menjaga kelembapan Semua sayur/buah mengandung air. Kandungan air ini yang menjaga kesegaran pada sayur maupun buah. Namun ketika buah/sayur dipanen atau dipetik dari pohonnya, banyak air yang hilang akibat penguapan. Oleh karena itu, Anda harus menjaga sisa air yang masih ada di dalam sayur/buah agar tidak layu dan kisut, dengan cara memasukkan sayur/buah ke plastik yang sudah dilubangi. Hindari menyimpan di tempat yang bersuhu ekstrem Sayur atau buah yang disimpan di tempat bersuhu terlalu tinggi atau pun rendah akan cepat rusak dan busuk. Ketika buah atau sayuran disimpan di dalam freezer, ia akan rusak seketika setelah dicairkan. Kerusakan yang akan muncul seperti, muncul bercak-bercak kecokelatan pada apel dan menjadi sangat lembek pada buah pir. Sedangkan suhu yang sangat tinggi akan menimbulkan kematangan yang tidak merata, menjadi lunak dan lumer, berkerut, dan menjadi kisut. Ilustrasi sayur dan buah. Foto Shutter StockBelanja buah dan sayur langsung banyak untuk stok beberapa hari ke depan memang praktis, sehingga Anda tidak perlu bolak-balik membelinya. Namun, bila tidak disimpan dengan benar, bukan tidak mungkin buah dan sayuran jadi lebih cepat busuk, karena itu, Anda perlu paham bagaimana cara menyimpan buah dan sayur dengan benar. Yuk, pahami beberapa tips ini, Buah dan sayur jangan disimpan bersamaIlustrasi menyimpan buah di kulkas. Foto Shutter StockJangan menyimpan buah dan sayur di tempat yang sama, baik itu di laci lemari es atau bersebelahan di meja. Sebab, banyak buah menghasilkan gas etilen, yang bertindak seperti hormon pematangan dan dapat mempercepat Sayuran perlu bernapasSaat menyimpan sayuran di dalam kantung plastik, maka kantung plastik perlu diberi lubang, atau bisa simpan di kantung jaring. Ya Moms, jangan menyimpan di kantung plastik kedap mengemas sayuran dengan rapat karena sayuran membutuhkan ruang untuk sirkulasi udara atau akan busuk lebih cepat. Hal itu juga dibenarkan oleh Barry Swanson, Profesor Emeritus Ilmu Pangan di Washington State University, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Washington Jangan cuci sayuran dan buah jika tidak akan dikonsumsiMencuci buah atau sayuran sebelum menyimpannya membuat lebih cepat busuk. Menurut Ilmuwan Peneliti Makanan, Amanda Deering, dari Purdue University, hal ini karena kelembapan mendorong pertumbuhan Jangan simpan semua buah dan sayur di kulkasIlustrasi menyimpan sayuran dalam kulkas Foto Shutter StockTidak semua buah dan sayur boleh disimpan di kulkas. Sebab, ada beberapa buah dan sayur yang akan cepat busuk jika disimpan di kulkas. Berikut beberapa daftar buah dan sayur yang sebaiknya disimpan di suhu ruanganAda juga beberapa buah yang sebaiknya disimpan dulu di suhu ruangan, kemudian simpan di kulkas jika sudah matang. Berikut daftarnyaIlustrasi menyimpan buah di kulkas. Foto Shutter StockLalu, berikut buah dan sayur yang sebaiknya langsung disimpan di kulkas5. Simpan buah potong di wadah kedap udaraSebagian besar buah yang sudah dipotong, akan bertahan sekitar 5 hari setelah diiris jika disimpan di wadah kedap udara. Namun seperti dikutip dari Eatingwell, tidak semua buah boleh dipotong terlebih dahulu, seperti apel, pir, pisang, dan alpukat, karena cepat berubah warna menjadi cokelat.

buah dan sayur sebelum disimpan sebaiknya